Newest Post
Siren's Love
“Jam…jam…” kataku panik.
“Apa sih maksudmu?” hentak Alvi
bingung melihat ke arahku yang tengah histeris.
“Hantu itu akan muncul 1 jam lagi.”
Ucapku memastikan setelah aku melihat kearah jam tangan Alvi yang kini pukul
23.00 pas.
“Hantu apa sih? Kau jangan berbicara
omong kosong bodoh” tanya Alvi.
“Aaah aku serius.” Teriak ku. “Dia
akan mengejarmu. Dia akan mendapatkanmu apapun yang terjadi. Kita harus
menghabisinya sebelum terlambat.” Kataku tak karuan.
“I-Ini! Kau baca ini.” Aku
menyerahkan kertas yang aku pungut diatas tikar. Kertas itu langsung disahut
oleh Alvi, dengan tatapan serius ia membacanya.
Aku ketakutan jantungku sedang
berdegup tak karuan yang membuatku semakin tak tenang. Meskipun yang diincar hantu Dii itu adalah si
Alvi tetapi entah justru akulah yang begitu panik dibanding Alvi yang kini
masih membacanya dengan pengamatan serius namun anteng.
“Kita harus lari.” Ucap Alvi mendadak.
“Kita harus berlari kemana?
Sekarang hampir dini hari. Dia juga pasti akan menemukanmu. Dia sudah mengenal
bau-mu semenjak kau membuka petinya.”
Aku berdiri kemudian melangkahkan
kakiku kedepan mencoba untuk menenangkan diri. Alvi hanya menatapku datar.
“Bagaimanapun kita harus lari
bodoh.” Seketika Alvi menarik tanganku kemudian membawaku berlari yang entah
arah mana yang kini tengah kami lalui. Aku hanya bisa pasrah membiarkan pemuda
itu mencengkeram tanganku dengan kuatnya.
Sesekali kami menabrak
tumbuh-tumbuhan rambat yang begitu lebat menyelimuti hutan ini. Acap kali juga
kami hampir terjatuh karena kaki kami terpeleset atau tersangkut akar-akar
tumbuhan yang menjalar.
Hutan yang begitu gelap dan pekat
kami lalui tanpa ada arah yang harus
kami tuju. Yang kami inginkan hanyalah keselamatan kami berdua karena
bagaimanapun kami-lah yang menyebabkan ini terjadi.
Ya Tuhan aku mengikuti camping ini
hanya untuk sebagai pelepas lelah otak ku yang setiap hari diharuskan untuk
berpikir tentang tugas-tugas yang kian hari makin memuncak, bukan malah
menambah masalah seperti ini.
Ini seperti mimpi namun mengapa
reaksi yang terjadi detik ini gelagatnya begitu jelas atau mungkin memang
nyata? Aku tak tahu apa yang akan terjadi pada kami setelahnya. Aku hanya ingin
pulang. Rasanya aku tidak bengitu menginginkan kegiatan semacam ini lagi.
Kami terus berlari tanpa haluan.
Deru langkah kami terhenti seketika tatkala mendapati pohon yang begitu besar
menghalangi. Kami mencoba berlari berputar haluan, namun yang kami dapati tanaman-tanaman rambat yang tadinya memenuhi
pijakan kami ternyata sekarang lenyap bak dihempas angin.
“Astaga ini apa lagi? Pliss aku mau
pulang” keluhku tak tahan atas semua yang kini terjadi.
“Tenanglah kita pasti akan
ditemukan para guru dan teman-teman” ucap Alvi yang mencoba menenangkanku
walapun aku sama sekali tak mengindahkan perkataanya.
“Ayo kita berlari kearah yang lain”
ujar Alvi.
“Tetapi aku sangat lelah, kita
sudah berlari terlalu jauh” keluhku kesal.
Krieet..
Terdengar bunyi rekah-an yang
begitu jelas. Kami menoleh keatas samping kanan maupun kiri untuk mencari
sumber suara itu.
“Itu suara apa?” tanya ku panik.
”Diamlah, bisa tidak kau bersikap
tenang sedikit saja!” seru Alvi yang membuatku semakin bersikap tak tentu.
Krieeeeeeet!!
Suara itu kini semakin nyaring.
Kami menoleh ke belakang yang ternyata pohon besar itu adalah sumber suaranya.
Pohon itu bergerak, bagian tengahnya membuka pelan begitu pula akar-akarnya
yang mencoba keluar dari dalam tanah.
Lubang dibagian tengah membentuk
sebuah formasi yang mirip sepasang mata dengan mulut menganga yang sontak membuatku menjerit. Tanpa
pikir panjang kami berlari.
Aku berlari mendahului Alvi entah
apa yang membuat langkahku sekarang begitu cepat, namun perasaan takutlah yang
kini tengah menyerangku. Aku berlari sekuat tenaga tanpa menghiraukan si Alvi.
Dii…
Itu pastu hantu Dii ia begitu besar
lebih besar dari bayanganku ketika membaca isi dari kertas yang aku ditemukan
seusai membuka peti matinya Dii. Alvi.. Alvi dimana?
Aku menoleh ke belakang untuk
mencari keberadaan Alvi, namun pemuda itu kini telah menghilang. Sial! Aku kini
sendirian. Astaga aku benci semua ini.
Monster itu mengejarku. Pohon
rasaksa yang menyeramkan itu kini tengah menuju ke arah ku. Aku berlari
terhuyung karena kaki ku sudah tak leluasa untuk berlari cepat. Hanya
derap-derap an kecil yang kini aku lakukan.
Mengapa monster itu mengejarku?
Bukankah yang ia inginkan itu Alvi? Karena jelas-jelas si Alvi lah yang membuka
kotak matinya.
Langkahku terhenti ketika aku
menemukan sebuah telaga yang terbentang luas dihadapanku. Sinar purnama yang
kini muncul membantuku melihat arus yang
mengalir tenang oleh dorongan angin.
Sayu-sayu aku memandangi telaga itu
yang entah mengapa aku ingin sekali untuk berenang dipermukaannya. Aku
menyentuh air itu dengan kaki-ku, mengapakkan hingga timbul cipratan-cipratan kecil
yang membasahi kaki ku hingga lutut.
Sedetik aku merasa tenang. Cipratan
lembut menghanyutkan pikiranku. Tubuhku bergejolak ingin merasakan sensasi air
telaga itu.
bersambung....
Lubang hitam adalah
sebuah objek besar di ruang angkasa yang tidak ada apapun keluar darinya,
bahkan cahaya sekalipun. Untuk melihat mengapa hal ini dapat terjadi coba bayangkan sebuah bola tenis yang melayang di udara. Semakin kuat kita melempar
bola tenis tersebut keudara makin kencang pula ia melayang dan mencapai
ketinggian tertentu lalu kembali ke bumi lagi. Jika kita lempar dengan kekuatan
yang sangat kuat sekali maka bola tersebut tak akan kembali kebumi karena gaya
tarik gravitasi tak mampu mempengaruhi bola tersebut sehingga tidak mungkin
kembali ke bumi. Kecepatan saat bola keluar dari atmosfer bumi hingga tak
terpengaruh gaya gravitasi dan bola tak mungkin dapat kembali, dinamakan
kecepatan lepas atau lebih di kenal dengan escape
velocity. Kecepatan tersebut besarnya
dapat diperkirakan di bumi, yaitu 7 mil per detik.
Jika
bola tersebut mengerut menjadi kecil dan semakin kecil, maka pengaruh gravitasi
semakin kuat dan keccepatan lepas menjadi semakin besar. Benda dapat terlempar
kuat dan kuat ke angkasa. Meskipun dapat mencapai kecepatan yang sangat tinggi,
bahkan mendekati kecepatan cahaya, atau bahkan bergerak dengan kecepatan 186
ribu mil per detik sekalipun, tidak cukup untuk menghilang. Pada keejadian
seperti ini tidak ada sesuatu dapat keluar sebagaimana tidak ada sesuatu yang
dapat berjalan melebihi kecepatan cahaya. Ini yang dimaksud dengan lubang
hitam.
Apakah
lubang hitam itu ada? Adalah suatu hal yang tak mungkin untuk melihat lubang
hitam secara langsung karena tidak ada cahaya yang keluar dari benda hitam
sempurna. Lebh baik kita memikirkan keberadaannya.
Ketika
bintang besar kehabisan bahan bakarnya, dia akan meledak menjadi supernova.
Sisa-sisa materi yang tertinggal akan hancur menjadi kabut cair dan sisa
tersebut menjadi bintang neutron. Kita tahu bahwa bintang neutron ada karena
beberapa bukti penemuan dengan menggunakan teleskop radio. Jika bintang neutron
sangat besar, gaya gravitasi melebihi gradien tekanan dan kehancuran tidak
dapat di hentikan. Bintang neutron terus mengerut hinga akhirnya menjadi lubang
hitam. Massa nya sekitar dua kali massa matahari.
Supernova
terjadi di galaksi kita sekali setiap 300 tahun dan di galaksi tetangga sekitar
500 tahun sekali. Oleh karenanya cukup dapat di percaya, bahwa seharusnya ada
lubang hitam. Kehadiran lubang hitam masih belum terbukti secara meyakinkan,
sehingga banyak antara para ilmuwan yang
ragu apakah lubang hitam memang benar-benar ada atau tidak. Lubang hitam
merupakan suatu objek dalam jagat raya yang masih peenih teka-teki dan
memancing rasa keingin tahuan yang sangat besar. Dapatkah lubang hitam di
manfaatkan sebagai sumber energi? Jika perhitungan para astrofisikawan benar,
di jagat raya kita ini terdapat sekitar 109 atau 1 miliar lubang
hitam yang merupakan hasil evolusi dari bintang-bintang bermassa sangat besar.
NEBULA
Dalam menjelajahi jagat raya, para astronom juga
menangkap benda aneh lain yang berupa gumpalan redup, yaitu sepotong cahaya
yang lebar melebihi ukuran bintang. Beberapa gumpalan ini kemudian di simpulkan
berupa kabut gas dalam galaksi kita yang di kenal dengan nebula. Nebula di
yakini berupa hasil atau sisa dari bintang yang mengakhiri hidupnya atau
pembentukan bintang baru. Semakin canggih teleskop yang di gunakan, semakin
banyak pula nebula aneh yang ditemukan.
💖 Planet Dalam
👌Planet dalam, Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars dapat kembali di bedakan dalam 2 kelompok. Planet pertama dan planet terakhir (Merkurius dan Mars) relatif kecil di bandingkan dengan bumi. Mereka berturut-turut memiliki diameter 4.800 km dan 6.700 km di banding diameter Bumi 12.800 km. kedua planet tersebut juga tidak memiliki atmosfer.
👌Dua planet tengah, Venus dan Bumi, sebaliknya ukurannya hampir sama, yaitu 12.100km untuk Venus dan 12.800 km untuk Bumi, dan memiliki kesamaan komposisi, massa, dan kerapatan. Tetapi karena posisi Venus lebih dekat dari Matahari, mengakibatkan Venus terpengaruh atau terkena efek rumah kaca, ''runway greenhouse effect'' yang menimbulkan hangus, gosong, dan imbul tempat-tempat perapian pada permukaanya. Sementara karena Bumi lebih jauh dari Matahari, maka Bumi lebih relatif nyaman untuk di huni.
💖Planet Luar
👌Untuk Planet luar, pembagiannya agak berbeda, dan dua gas raksasa besar bagian pertama (Yupiter dan Saturnus) cukup berbeda dalam beberapa hal di bandingkan dengan 2 raksasa terluar, yaitu Uranus dan Neptunus. Dalam hal ukura Yupiter dan Saturnus tidak jauh berbeda. Saturnus memiliki diameter 120.000 km sedangkan Yupiter memiliki diameter 142.000 km. Tetapi 2 planet lainnya (Uranus dan Neptunus) hanya memiliki diameter sekitar 51.800 km dan 50.000 km.
👌Perbedaan yang besar dalam ukuran kedua kelompok planet luar ini juga berkaitan dengan banyak perbedaan yang lain. Sebagai contoh, Yupiter dan Saturnus berturut-turut memiliki tekanan internal yang tinggi untuk 'memeras' kuantitas yang besar dari hidrogen dalam keadaan padat di dalam inti mereka, sementara Uranus dan Neptunus dapat memproduksi hanya sejumlah kecil fraksi dari jumlah tersebut. Sebagai konsekuensinya, medan magnetik mereka jauh lebih kecil dibanding Yupiter dan Saturnus, saat medan magnetik di banngkitkandalam jumlah atau bagian yang besar dari pergeakan arus listrik melalui material ini.

